Senin, 18 Maret 2013

POLITK



DEMOKRASI YANG GAGAL
(Jejen Jaenal) 
pilkada langsung yang  telah dilaksanakan sejak reformasi bergulir ternyata semakin lama semakin tidak mendapat respon yang baik dari masyarakat khususnya warga yang terdapat dalam daftar pemilih. Seperti dua hasil pemilu pilgub  tahun ini yaitu pilgub Jabar dan Sumut, kedua pilgub tersebut memiliki tingkat apresiasi dan partisipasi dari masyarakat yang kurang memuaskan yaitu dibawah 65%.  Hal ini memunculkan  sebuah pertanyaan  mengapa hal ini bias terjadi? Padahal pemilihan  secara langsung merupakan puncaknya demokrasi yang berarti satu orang satu suara.
Ternyata setelah didalami bahwa system demokrasi yang diterapkan saat ini tidak cocok diterapkan di Indonesia terutama umat islam. Bahkan di dalam dasar Negara Indonesia sendiri tidak pernah disebutkan tentang demokrasi, hal ini membuktikan bahwa founding father (pendiri) bangsa ini sudah memprediksi bahwa demokrasi tidak cocok dengan kultur bangsa Indonesia yang lebih mengutamakan musyawarah.
Berikut kelemahan-kelemahan demokrasi :
1.       Demokrasi = one man one vote, satu orang satu suara, berarati sistim demokrasi menyamakan suara professor dengan gelandangan, menyamakan suara ulama dengan pelacur, menyamakan tokoh masyarakat dengan pemabuk, hal inilah yang akan menimbulkan kekacauan karena orang pintar akan memilih berdasarkan akalnya dan orang yang bodoh akan memilih berdasarjkan pertimbangan perutnya.
2.       Demokrasi dengan pemilihan langsung menimbulkan biaya yang banyak dan orang yang terpilih nantinya adalah orang yang terkenal bukan orang yang ahli dalam kepemimpinan, karena tiap orang akan memilih orang yang dia kenal atau yang banyak dia lihat, meskipun orang tersebut tidak ahli dalam pemerintahan. Sehingga timbulah politik pencitraan (menampilkan sosok yang keliatan baik meskipun aslinya buruk dan politik iklan (tidak segan-segan membohongi public supaya dagangannya laku). Implikasi dari politik pencitraan dan politik iklan adalah biaya yang besar
3.        Demokrasi dengan pemilihan langsung ternyata membuat masyarakat muak, sehingga minim partisipasi, Bahkan sebagian masyarakat enggan meninggalkan pekerjaannya ketika pemilihan berlangsung, dengan alas an lebih baik mencari uang daripada memilih pemimpin yang tidak pernah terasa perubahaannya. Bahkan sebagian mengatakan siap memilih asal deberi uang, karena dia telah meninggalkan pekerjaanya demi ikut pemilu.  

Senin, 04 Maret 2013

NEGARA YANG TERGADAIKAN


TAHUN
JUMLAH UTANG
 (dalam triliun)
JUMLAH BUNGA
(dalam triliun)
2008
Rp  1.636,74
Rp 88,43
2009
Rp 1.590,66
Rp 93,78
2010
Rp 1.681,66
Rp. 88,38
2011
Rp 1.808,95
Rp 93,2
2012
Rp 1.975,42
Rp 99,94




Sumber  www.detik.com
1 Triliun = 1.000.000.000.000.
Berarti dengan uang Rp 1 Triliun bisa menggaji satu juta orang dengan uang satu juta per orang
1 Triliun = Rp 1.000.000 x 1.000.000 orang
Tiap orang dapat 1 juta  
Sedangkan jumlah penduduk Indonesia berdasarkan survey BPS (Badan Pusat Statistik) pada tahun 2010  jumlah penduduk Indonesia adalah  237.556.363 jiwa diperkirakan pada tahun 2012 jumlah penduduk Indonesia sekitar 257.516.167 jiwa BERARTI
UTANG INDONESIA TAHUN 2012 SEBESAR 1.975.420.000.000.000
DAN PENDUDUK INDONESIA BERJUMLAH 257.516.167 JIWA
MAKA :
1.975.420.000.000 DIBAGI  257.516.167 SAMA DENGAN 7671236.069
JADI TIAP WARGA NEGARA INDONESIA PUNYA UTANG
Rp. 7 671.236.069
ALIAS TIAP ORANG PUNY UTANG TUJUH JUTA